Transparency International se-Asia Pacific Menyerukan Perlindungan

Issued by Transparency International Indonesia



Perwakilan gerakan Transparency International, yang bertemu di Bali Indonesia sebelum Konferensi Regional Open Government Partnership (OGP) Asia Pasifik, dengan ini mengakui pentingnya OGP sebagai platform yang kuat dalam mempromosikan transparansi, akuntabilitas dan partisipasi warga dalam tata pemerintahan.

Kami mendesak pemerintah negara-negara di Asia Pasifik yang telah menjadi anggota OGP untuk menjalankan secara sungguh-sungguh prinsip-prinsip dari komitmen mereka, khususnya memastikan ruang peran yang benar-benar penting bagi masyarakat sipil. Ini mencakup, pertama, menyediakan cukup waktu bagi pertemuan konsultasi multi-stakeholder dalam mengembangkan rencana aksi nasional; kedua, mengupayakan dan mencapai persetujuan dengan masyarakat sipil dalam hal hasil rumusan rencana aksi nasional; ketiga, mengakui ruang-ruang bagi masyarakat sipil dalam mengawasi pelaksanaan komitmen pemerintah. 

“Pemerintah, melalui proses yang inklusif, perlu mengarusutamakan prinsip-prinsip pemerintahan terbuka dalam semua kerangka hukum, pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan publik untuk memastikan perwujudan pemerintahan bersih dan kesejahteraan rakyatnya,” ungkap Dadang Trisasongko, Secretary General Transparency International Indonesia.

Mengingat empat kriteria pemenuhan kriteria OGP merupakan entry point dalam mempromosikan transparansi, akuntabilitas dan partisipasi warga, kami menyerukan pemerintah di kawasan Asia Pacifik untuk mengupayakan pemenuhan kriteria –kriteria tersebut terlepas mereka bermaksud menjadi anggota ataupun tidak.

Transparency International Chapters, Asia Pacific Region:  


For any press enquiries please contact

Ilham B. Saenong, Program Director Transparency International Indonesia
T: +62 8181 68441
E: .(JavaScript must be enabled to view this email address)

Rukshana Nanayakkara, Regional Outreach Manager Transparency International - Asia Pacific Department
T: +49 30 34 38 20 666
E: .(JavaScript must be enabled to view this email address)

Latest

Support Transparency International

Why corruption matters in the EU elections

What voters should know as they head to the polls.

Four ways the G20 can take the lead on anti-corruption

The globalisation of world trade and finance has been accompanied by an internationalisation of corruption. The G20 Anti-Corruption Working Group therefore has the potential to be a very important partner in the fight for a more just world.

Venezuela: Se necesitan instituciones sólidas para abordar la delincuencia organizada

La corrupción en las más altas esferas del Gobierno venezolano ha causado inestabilidad social y económica extrema y ha debilitado a las instituciones estatales que deberían proteger a la ciudadanía. Las redes de delincuencia organizada actúan con impunidad en todo el país.

Venezuela: Strong institutions needed to address organised crime

Corruption in the top echelons of the Venezuelan government has led to extreme instability and weak state institutions, and allows organised crime networks to act with impunity all across the country.

The trillion dollar question: the IMF and anti-corruption one year on

The International Monetary Fund (IMF) has made public commitments and adopted a new framework to address corruption - we check how the IMF is progressing with this one year later.

Three years after the Panama Papers: progress on horizon

The explosive Pulitzer Prize-winning global media project known as the "Panama Papers" turned three years old, and there are many reasons to celebrate.

Call for papers: the Global Asset Registry workshop – Paris, July 1-2

ICRICT, the World Inequality Lab project, Tax Justice Network, and Transparency International are co-hosting a workshop to develop the framework for a Global Asset Registry in Paris on July 1-2. The organisers wish to invite original, high-quality papers for presentation.

Social Media

Follow us on Social Media